22 Maret 2026

Pesan dan Bunga

Maret 22, 2026 0
Selalu saja
Kau menjadi ada
Dalam pejam yang tak pernah sanggup kueja
Kau membawa pesan dan bunga-bunga

Bukankah kita telah sepakat
'Lah lama melepas ikat
Bara api juga pupus padam
Yang tinggal hanya jamur di atas arang

Aku tenggelam dalam jengah
Jangan lagi kau unjuk wajah
Diaku penuh rasa salah
Dikau berselimut amarah

Kita adalah kayu hutan kering
Dibuai kemarau yang terbawa angin
Riwayat terang menyala-nyala
Hati dan pikiran membara

Sebentar jadi abu
Kala turun hujan yang bisu
Segala apa menghilang
Kita dipaksa melapang

Kendal, 22 Maret 2026

22 September 2025

[Aku Adalah]

September 22, 2025 0
Apa aku ada?
Jika aku bukanlah kata-kata
Suara-suara melantur dalam kepala
Atau cuma igau di pagi buta
Benarkah kiranya
Gairah menuntun kita pada nyata
Bila segala berbuah cuma
Membakar, menyia-nyia

Tapi sejarah beri pelajaran panjang
Bagaimana kaki kita musti berjalan
Di atas kepala berpayung ketiadaan
Masa depan adalah kesunyian
Jika aku ada maka adalah
Puisi dan lagu menjadilah
Sedang tiada maka kosonglah
Akulah zat yang entah

Malang, 22 September 2025

11 September 2025

Bunga-Bunga Padang Lalang

September 11, 2025 0
Berapakah jauhnya itu angin riang 
Diam-diam antar aku pulang?
Apakah sejarak tembok kamar yang gersang
Atau serindu masa lalu yang bimbang?

Semoga tiada tak sejauh sangka
Agar kau bisa puas-puas merindu
Dan panggilan-panggilan menjelma doa
Gugur dalam dekapanku dengan buru-buru

Sementara kepalaku penuh ledakan terka
Ada waktu pelan-pelan teguh memburu
Jadi aku catat puisi penghalau lupa
Agar sentiasa ingat segalaku

Tapi pergi tak pernah sedekat liang
Karena ingatan adalah kedalaman jurang
Semakin jauh manusia mengenang
Kian gelap ia dalam bayang

Malang, 11 September 2025

30 Agustus 2025

Takut Mati

Agustus 30, 2025 0
Ada lagi yang mati
Bukan pencuri, bukan tukang korupsi
Tapi sais gelap malam
Agar orang rumah tetap makan
Sementara aku cuma diam
Sementara amarah berseliweran
Bagai gerombolan kelawar petang
Menyambar-nyambar, berkelebatan

Ada lagi yang mati
Bukan penipu, bukan penjudi
Tapi suara-suara yang berteriak
Di tengah erangan tukang berak
Sementara aku membeku
Sementara kemelut beradu
Bagai riam deras menderu
Menerjang, menentang tebing batu

Ada lagi yang mati
Bukan pemaki, tak ikut menari
Pokok-pokok kayu yang meneguh akar
Berdiri dalam lingkar yang benar
Sementara aku bersembunyi
Sementara yang lain menyala nyali
Api-api jadi tumbal perlawanan
Orang-orang bergelora kerasukan

Ada lagi yang mati
Bukan mereka, bukan kami
Jiwa-jiwa yang tiba-tiba bergetar
Kala caya lilin pelan-pelan memudar
Sementara tangan dan mulut jadi peluru
Sementara aku diam-diam menutup pintu
Suara-suara dalam genggaman melebur
Di kegelapan, akal sehat membentur

Malang, 29-30 Agustus 2025

26 Agustus 2025

[Kupu-Kupu]

Agustus 26, 2025 0
Ingin aku jadi kupu-kupu
Yang menetas dari selimut bisu
Lambang manusia sejahtera
Juga garis nasib nirmala

Tapi aku cuma kelekatu
Sepanjang hari dipendam ragu
Kalau gelap malam mulai datang
Kalang kabut mencari terang

Malang, 26 Agustus 2025

06 Agustus 2025

Eja Aku

Agustus 06, 2025 0
Bisakah kau mengejaku?
Laki-laki yang tenggelam dalam laut bisu
Ruang gelap dipenuhi entah
Tempat semua kata runtuh menyerah
Aku adalah bait-bait rumpang
Dan semua tanda baca yang bimbang
Di tanganku tinta cita berleleran
Menghitamkan puisi di tiap lembaran
Tebal-tebal kutulis sajak
Kata-kata kaku yang enggan bergerak
Diam-diam kuselipkan jeda yang gelisah
Dalam tiap larik yang dirambati resah

Kemana kau, para pengeja?
Yang teguh mengerobok sasmita
Akankah ada, kita yang saling jumpa
Dipersuaan antara maya dan koma
Atau pada suatu persimpangan
Tempat kita bertemu dan kehilangan
Aku memburumu dalam kenangan
Satu-satunya ruang tempat kau kudapatkan
Wajah-wajah syairku adalah rona kesepian
Tubuhnya tunggul batu hilang tuan

Maka bisakah kau mengejaku?
Laki-laki yang menempel pada ujung peluru
Kata-kata melesat menerobos udara
Membentur jih, puing kalimat berdera-dera
Pada tiap butir mesiu yang meledak
Ada bakaran amarah yang berteriak
Serta aroma logam yang melayang
Di sana air mata ikut meremang
Dan dentuman rima-rima menggema
Pelan-pelan sunyi, tak ada apa-apa

Malang, 6 Agustus 2025
Toko Buku LNTRA
Hak Cipta Isi © Amry Rasyadany. Diberdayakan oleh Blogger.