Dari usia yang sebentar lagi
Kalau udara lah pekat tampaknya
Kalau air tiada puaskan dahaga
Kalau hutan tumbuh subur dalam cerita
Kalau rumah hilang jadi rata
Kalau lapar jadi hidangan di atas meja
Kalau hanya segelintir orang yang merasa pantas jadi manusia
Sementara kutukan dihambur-hamburkan
Sementara kecaman disiar-siarkan
Sementara kebencian diluap-luapkan
Menjadi amunisi
Menjadi peluru
Menjadi bom
Menjadi anak panah atau ujung tombak
Pesawat tempurmu tiada pernah sanggup mengangkut itu
Kapal-kapal perang akan tenggelam terhantam
Tank lapis baja, prajurit remuk redam
Tak ada pesawat tempur yang mampu mengirim kutukan
Tak ada kapal perang yang bergerak mengangkut kecaman
Tak ada kavaleri, artileri, dan infantri yang melempar kebencian
Mereka membawa peluru
Mereka membawa ledakan
Mereka membawa pesan kematian
Kirim mereka untuk melawan
Kirim mereka untuk menentang
Jangan kirim kutukan
Yang kita lawan bukan Malin Kundang
Jangan kirim kecaman
Karena suara kita lebih sunyi dari jangkrik malam
Jangan kirim kebencian
Karena yang kita lawan adalah pengepul kebencian
Mari kita beri kita punya peluru, peledak
Atau anak panah, juga mata tombak
Kita sampaikan satu pesan
Bahwa kita tidak diam
Malang, 22 Mei 2026

Tidak ada komentar:
Posting Komentar